Jumat, 23 Maret 2018

Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung

Jakarta, Santri Putri Hits - Sejumlah anggota Banser NU Tangerang Selatan memapah Habib Bahar bin Smith yang sedang kurang sehat sampai naik ke atas panggung untuk menyampaikan ceramah maulid di halaman Pesantren Al-Husayni, Tangsel, Ahad (7/1). Mereka juga menuntun Habib Bahar setelah selesai ceramah.

Demikian disampaikan Kasatkorcab Banser NU Tangsel Abdul Aziz kepada Santri Putri Hits via pesan singkat, Senin (8/1) siang.

Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung

Ceramah maulid kali ini disampaikan oleh tiga orang, yaitu Habib Bahar, penceramah dari Malang, dan dari Timur Tengah.

Menurutnya, Banser NU Tangsel sudah biasa melakukan pengawalan keamanan dalam peringatan maulid di Pesantren Al-Husayni.

Santri Putri Hits

Santri Putri Hits

“Pengasuhnya Habib Ali Al-Husainy bin Thohir,” kata Aziz.

Ia menambahkan, Habib Bahar dalam kondisi kurang sehat tetapi tetap akan menyampaikan ceramah. Sebagai tuan rumah Habib Ali bin Tohir meminta Banser untuk mengawal Habib Bahar secara khusus karena masih pakai selang infus.

“Dan memang sudah tugas Banser NU untuk menjaga ulama,” kata Sahabat Aziz.

Menurutnya, Habib Bahar berceramah dengan isi yang menyejukkan. Habib Bahar tidak menyinggung Banser dan GP Ansor hingga ceramah selesai.

Selesai acara, Habib Bahar berbisik kepada ajudannya untuk disampaikan ke Banser bahwa "Ternyata (Banser) penjaga pengajian dan juga santun, " kata Aziz menirukan ajudan Habib Bahar.

Abdul Aziz menambahkan bahwa Banser NU memang diamanahkan untuk sedapat mungkin menjaga akhlak dan santun kepada siapapun juga.

“Karena Banser itu sudah diajarkan untuk merangkul bukan memukul dan diajarkan bersahabat. Dan berusaha saling asah, asih, dan asuh,” kata Aziz kepada Santri Putri Hits. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Budaya Santri Putri Hits

Jumat, 16 Maret 2018

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1)

Pada zaman perang kemerdekaan, peran para ulama sepuh begitu besar. Selain memberikan gemblengan rohani kepada para pejuang, doa restu dari mereka juga menjadi penambah semangat dan mental para pejuang dalam melawan penjajah yang bersenjatakan lebih modern dan lengkap.

Kita tahu nama Kiai Subki, yang begitu terkenalnya di kalangan para pejuang, hingga mereka berbondong-bondong pergi ke Parakan Temanggung untuk meminta doa keberkahan pada bambu runcing atau senjata lain yang akan mereka gunakan untuk berperang.

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Usia Uzur Tak Jadi Halangan Untuk Ikut Berjuang (1)

Pada akhir tahun 1945, di berbagai daerah kemudian dibentuklah sebuah kelompok barisan yang disebut dengan “Barisan Kiai” yang berisi para kiai sepuh. Selain diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan juga untuk membakar semangat para pejuang. Beberapa dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan. Di level nasional, pasukan ini dipimpin langsung oleh KH Wahab Hasbullah.

Keberadaan mereka memang sangat dirahasiakan, karena anggotanya terdiri atas para kiai sepuh, yang memang tidak pernah muncul dipermukaan. Bahkan di antaranya sudah tua renta, yang berjalan dan melihatpun pun sudah tidak mampu. Namun demikian, mereka menjadi tokoh yang sangat disegani.

Santri Putri Hits

Santri Putri Hits

Di Jawa Tengah, seperti yang dipaparkan dalam buku Hisbullah Surakarta (1992), Barisan Kiai dipimpin oleh KH Ma’ruf Mangunwiyoto, seorang tokoh NU yang juga pengasuh Pesantren Jenengan Solo.

Di Solo sendiri, Barisan Kiai dipimpin oleh KH Abdurrahman yang usianya sudah sangat uzur. Ulama lain yang tergabung dalam Barisan Kiai di Solo ini yakni KH R Moh Adnan, Kiai Abdul Karim Tasyrif, Kiai Martoikoro, Kiai Asnawi dan Kiai Amir Thohar. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Sejarah Santri Putri Hits

Jumat, 09 Maret 2018

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata

Jakarta, Santri Putri Hits. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa bersama menteri lain di kabinet kerja mendampingi Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata (TMPNU) Jakarta untuk mengenang Hari Pahlawan 10 November 2017.

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Dampingi Presiden dan Wapres Tabur Bunga di TMP Kalibata

Mereka menabur bunga di makam Pahlawan Revolusi, Alm. H. Adam Malik, Alm. H. Umar Wirahadikusumah, Alm. H. Soedharmono, Almh. Hj. Ainun Habibie, Alm. H. Taufiq Kiemas, Pahlawan Prajurit Tamtama dan Pahlawan Tak Dikenal.

Sebelum acara tabur bunga, upacara dimulai pada pukul 08.15 WIB diawali dengan hening cipta selama 60 detik. "Untuk mengenang arwah para pahlawan, mengheningkan cipta dimulai," ujarnya.

Di pengujung upacara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa untuk arwah para pahlawan. 

Tabur Bunga di Teluk Jakarta 

Santri Putri Hits

Sementara itu pada hari dan jam yang sama di laut berlangsung Upacara Tabur Bunga di Laut dipimpin Inspektur Upacara Ketua DPD RI Dr. Oesman Sapta Odang. 

Santri Putri Hits

Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Inf. Triono yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Yonif Mekanis 203 Arya Kamoning. 

Kegiatan ini diikuti lebih kurang 1.000 orang terdiri dari para pejabat tinggi negara dan berbagai unsur masyarakat.

Dalam upacara yang berlangsung sambil berlayar membelah Teluk Jakarta ini Kementerian Sosial RI memberikan bantuan para veteran dan pelaku sejarah. Bantuan berupa empat kursi roda, 72 kacamata baca lansia, sembilan tongkat lansia dan 10 alat bantu dengar. 

Pemberian alat bantu untuk lansia ini secara simbolis disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Z Soeratin dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Hartono Laras kepada ahli waris pelaku sejarah KRI Macan Tutul yakni Ibu Asmitar Machfoed (istri dari Kolonel Laut Alm. Machfoed dan Ibu Sri Rachmani (istri dari Mayor Laut Alm. Memet S). Keduanya mendapatkan masing-masing satu kursi roda.

Hartono Laras mengungkapkan Peringatan Hari Pahlawan merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Melalui Peringatan Hari Pahlawan 2017 diharapkan segenap elemen bangsa dapat bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri dengan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," katanya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Cerita, Nahdlatul, Habib Santri Putri Hits

Kamis, 08 Maret 2018

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Oleh Fathan Subchi

Beberapa waktu lalu Habib Ali al-Jufri sempat menyampaikan pandangannya terhadap kondisi umat manusia kini. Menurutnya umat kini seolah terkotak-kotak pada ideologi dan agama. Maka tidak heran jika banyak tindakan radikal, ekstrim termasuk persekusi sebagai dalih membela agama. Kemudian di laman facebooknya ia berbagi kisah tentang kemuliaan Rasulullah. Habib Ali al-Jufri mengisahkan bahwa suatu ketika sedang lewat jenazah seorang Yahudi dan Rasulullah mau berdiri memberi penghormatan.

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudahi Persekusi, Belajar dari Nabi Muhammad

Kisah itu lengkap terekam dalam hadits shohih yang jika di terjemahkan kira-kira begini; “(Pernah terjadi) jenazah seorang Yahudi sedang lewat di hadapan Rasulullah Saw. Lalu beliau Saw. berdiri. (Salah seorang sahbat berkata): “Ya Rasullah, itu adalah jenazah seorang yahudi.” Jawab Rasulullah Saw.: “Bukankah ia (juga) seorang manusia?” (Shahih Muslim No.1596)

Sebagaimana dalam hadits shahih, beliau Saw. mengajarkan kepada kita adab yang tinggi ini. Kejadian itu merupakan salah satu bentuk perilaku yang diajarkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Q.S. Al-Isra’: 70. Dalam ayat itu dijelaskan bahwa Allah sangat memuliakan anak-anak Adam, bukan hanya satu golongan, etnis, ras atau agama tertentu.

?

Kisah lain bahwa Nabi Muhammad pernah menyesali dan merasa kecewa atas terbunuhnya seorang wanita yang ikut berperang antara kaum kafir dzalim dengan umat Muslim. Kala itu setelah perang Nabi Saw. berdiri di depan mayat wanita dan berkata “Tidak seharusnya wanita ini ikut berperang lalu terbunuh.”

Santri Putri Hits

Dari kisah itu, Nabi mengajari kita bahwa sesungguhnya kesejahteraan dan keselamatan untuk umat manusia lebih penting, dan bukan peperangan. Sejatinya hidup ini tidak lain adalah untuk meraih kehidupan yang damai dan tentram. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang amat memanusiakan manusia.

?

Nabi Muhammad adalah pribadi yang toleran, peredam perpecahan, beliau tidak pernah memaksakan kehendaknya. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi sifat itu sudah ada. Kita mungkin telah mafhum tentang kisah ketika renovasi Ka’bah telah selesai. Para kabilah Arab berkumpul dan membahas peletakan Hajar aswad ke tempat semula.

Hingga akhirnya setelah melalui persyaratan tertentu beliaulah yang berhak menjalankan tugas mulia itu. Namun, beliau bukanlah orang egois, Ia kemudian membentangkan sorbannya untuk dijadikan alas hajar aswad dan mengajak tokoh-tokoh lain untuk bersama mengangkat dan meletakkannya bersama.

Santri Putri Hits

Dikisahkan juga tentang Zaid bin Sa?nah yang datang menemui Nabi untuk menagih hutang, padahal belum jatuh tempo. Saat itu Nabi baru saja selesai melaksanakan shalat jenazah bersama sahabat-sahabat besar diantaranya ada Ab? Bakr ash-?hidd?q, Umar bin Kha?b, Utsm?n bin Aff?n (35 H) dan Al? bin Ab? ?h?lib. Zaid bin Sa?nah dengan wajah kasar langsung menghampiri dan mencengkeram pakaian Nabi seraya berkata: “Hei Muhammad! Lunasi hutangmu! Tak kusangka, keturunan Mu?halib adalah orang yang suka menunda membayar hutang!”

Melihat perkataan dan perbuatan Zaid bin Sa?nah yang kasar kepada Nabi, Umar pun naik pitam. Namun Nabi Muhammad mencegahnya dengan halus dan penuh kasih sayang, bahkan meminta Umar untuk melunasi hutang kepada Zaid bin Sa?nah. Tidak hanya itu, Nabi bahkan memerintahkan Umar untuk memberi tambahan.

Dalam kisah itu, jika kita bayangkan terjadi dimasa kini tindakan Zaid bin San’ah dan naik pitamnya Sayyidina Umar bin Khattab adalah hulu dari adanya persekusi. Namun semua itu dapat dicegah oleh kebijaksanaan serta lemah lembut Nabi Muhammad yang merelakan perbuatan kasar Zaid itu. Lalu bagaimana dampak sikap Nabi yang seolah lemah itu?

Kisah itu berlanjut dengan luluhnya hati Zaid bin Sa?nah yang kemudian masuk Islam. Tidak bisa dimungkiri bahwa seketika itu pula Zaid bin San’ah telah melihat seluruh tanda-tanda kenabian berupa sikap bijak seorang nabi yang baru saja ia buktikan ada pada diri Nabi Muhammad. Zaid bin Sa?nah bahkan saat itu juga menyedekahkan setengah dari harta yang ia miliki untuk kepentingan umat Islam. (‘Al?udd?n Al? bin Balab?n al-F?ris? dalam ?ha? Ibn ?ibb?n juz 1 halaman 521, Beirut: Mu’assasah al-Ris?lah, 2007, Mu?aqqiq: Syu?aib al-Arn?’?).

Tindakan persekusi, terorisme dan ekstrimisme yang akhir-akhir ini terjadi secepatnya harus kita sudahi. Terlebih karena itu memang telah terbukti sebagai suatu tindakan yang amat jauh dari sikap nabi. Dalih sebagai jihad dan membela agama atau ulama tidak selayaknya dipakai.

Hal itu sebab tidak dicontohkan sebagaimana ketika Rasulullah ditimpa musibah berupa hinaan, ujaran kebencian bahkan perlakuan yang mencelakakan. Sebagai pemimpin agung Islam dan dunia Nabi selalu menolak untuk dibela oleh para sahabat. Sebagai pengikutnya kita selayaknya sadar untuk berkiblat dan mengikuti sifat baiknya itu.

?

Dalam momentum bulan mulia ini selayaknya kita juga banyak membaca (kembali) kisah hidup, biografi dan teladan sikapnya. Nabi pernah berkata bahwa Ramadhan adalah bulan jihad melawan nafsu. Marilah perkataan Nabi itu kita maknai sebagai jihad kita untuk melawan segala bentuk tindakan yang membahayakan.

Radikalis, ekstrimis, teroris termasuk persekusi harus kita hindari demi melaksanakan perintah Ilahi. Sebuah perintah menebar cinta dan kebaikan kepada sesama, membangun negara serupa surga dengan perilaku yang mulia. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Penulis adalah Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits RMI NU, Pendidikan Santri Putri Hits

Awal Ramadhan 1437 H, Jamaah Naqsyabandiyah Gersempal Tunggu Keputusan NU dan Pemerintah

Sampang, Santri Putri Hits - Pengurus Tarekat Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah Gersempal (Naqsyabandiyah Gersempal) yang berkantor pusat di Pesantren Darul Ulum Al-Wahidiyah Gersempal Omben Sampang mengimbau jama’ahnya untuk mengikuti ketetapan pemerintah RI dan NU terkait awal dan akhir Ramadhan 1437 H. Organisasi Silaturrahim Ikhwan Akhowat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah (Sitqon) mengajak jamaahnya untuk menunggu hasil sidang Itsbat Kementerian Agama tanggal 5 Juni 2016.

Ketua Bagian Humas Sitqon KH Dr M Sahibuddin menyerukan ikhwan akhwat, simpatisan Naqsyabandiyah Gersempal dan kaum muslimin agar tidak terpengaruh dengan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Naqsyabandiyah yang menentukan awal Ramadhan beberapa hari sebelumnya.

Awal Ramadhan 1437 H, Jamaah Naqsyabandiyah Gersempal Tunggu Keputusan NU dan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Ramadhan 1437 H, Jamaah Naqsyabandiyah Gersempal Tunggu Keputusan NU dan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Ramadhan 1437 H, Jamaah Naqsyabandiyah Gersempal Tunggu Keputusan NU dan Pemerintah

Menurut Wakil Ketua NU Pamekasan, kelompok yang mengatasnamakan Naqsyabandiyah tidak ada hubungan dengan Thariqah Naqsyabandiyah Gersempal.

Santri Putri Hits

"Kami tetap berpedoman pada hasil rukyatul hilal, tetapi pada prinsipnya kami menunggu hasil keputusan NU dan Sidang Isbat di Kementerian Agama," kata Kiai Sahibuddin seperti dirilis situs naqsyabandiyah gersempal.

Hasil kajian Tim Lajnah Falakiyah Sitqon sementara ini menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1437 H insya Allah akan jatuh pada hari Senin 6 Juni 2016 berdasar ijtima akhir Ramadhan jatuh pada Ahad 5 Juni 2016? pukul 10.01 WIB.

Santri Putri Hits

Ketinggian hilal pada saat matahari terbenam pada posisi 04º 11 20.37" di atas ufuk sehingga apabila tidak terjadi mendung kemungkinan hilal bisa terlihat. Dengan demikian satu Ramadhan akan jatuh pada hari Senin. Namun apabila terhalang oleh mendung, menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 Hari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Pemurnian Aqidah, Fragmen, Santri Santri Putri Hits

Rabu, 07 Maret 2018

Mengapa Jokowi Tidak Pernah Hadiri Acara Ormas Islam?

Oleh Muhammad Ibrahim Hamdani?

--Sejak dilantik sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkesan “dingin” terhadap berbagai aktivitas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di tanah air. Sang Presiden belum pernah sekalipun menghadiri acara-acara besar Ormas Islam di Indonesia.

Presiden selalu diwakili oleh Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla (JK). Hal ini wajar karena hingga detik ini, Wapres JK masih menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Mengapa Jokowi Tidak Pernah Hadiri Acara Ormas Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Jokowi Tidak Pernah Hadiri Acara Ormas Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Jokowi Tidak Pernah Hadiri Acara Ormas Islam?

Padahal kehadiran fisik seorang presiden di acara-acara besar umat Islam bermakna sangat penting dalam menjalin komunikasi politik dengan masyarakat Muslim Indonesia. Apalagi, Indonesia adalah negeri bependuduk Muslim terbsar di dunia.

Jadi, kehadiran RI 2 saja tidak cukup di perhelatan besar ormas-ormas Islam. Misalnya, dalam acara tasyakkuran dan dzikir bersama di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Ahad, 20 Oktober 2014.? Acara itu turut mengundang Presiden Jokowi hanya satu hari pasca pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres JK.

Namun, acara yang dihadiri berbagai tokoh nasional dan para pendukung Presiden Jokowi itu, ternyata hanya dihadiri oleh Wapres JK. Padahal, tokoh-tokoh nasional pendukung pasangan Jokowi-JK turut hadir. Beberapa tokoh itu seperti KH. Achmad Hasyim Muzadi, KH. Quroish Shihab, Nusron Wahid, Khofifah Indar Parawansa, Imam Addaruqutni dan lain-lain.

Hal yang sama terjadi ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingati peringatan Tahun Baru Islam 1436 Hijriah, 26 Oktober 2014. Presiden Jokowi lagi-lagi tidak datang dan hanya diwakili Wapres JK.

Santri Putri Hits

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1436 Hijriah ini baru pertama kali diperingati MUI secara besar-besaran. Apalagi, acara berlangsung di Istana Olah Raga (Istora) Gelora Bung Karno. Bahkan, berbagai tokoh dan ulama nasional serta internasional turut hadir dalam perhelatan akbar ini. Acara ini juga terkait erat dengan rencana Presiden Jokowi menjadikan tahun baru Islam 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Tentu publik bertanya-tanya, mengapa Presiden Jokowi tidak hadir dalam acara yang sangat penting penting ini. Padahal, secara politis, kehadiran Presiden dalam acara ini tentu sangat penting makna, peran dan simbolnya sebagai pemimpin eksekutif tertinggi di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Peristiwa serupa terjadi ketika terjadi perhelatan Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU di kantor PBNU, 1 - 2 November 2014.

Santri Putri Hits

Dalam perhelatan besar yang dihadiri para ulama dan pengurus NU se-Indonesia itu, Presiden Jokowi juga tidak hadir dan hanya diwakili oleh Wapres JK. Selain sebagai Wapres, JK juga hadir selaku anggota Syuriah PBNU. Padahal, Pejabat Rais Aam Syuriyah PBNU, KH. Ahmad Mustofa Bisri, dan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, hadir dalam acara itu.

Hal serupa terjadi saat acara peringatan Milad Muhamadiyah, 20 November 2014. Presiden Jokowi yang diundang dan diharapkan hadir ternyata juga tidak hadir dalam perhelatan besar PP Muhammadiyah itu.

Bahkan di depan peserta Milad, tanpa tedeng aling-aling Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, mengungkapkan kekecewaannya kepada Presiden Jokowi meskipun tetap memakluminya. Apalagi, Din Syamsuddin juga merangkap Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat.

Pasalnya, Presiden Jokowi tidak hadir secara fisik dalama acara itu dan hanya diwakili oleh Wapres JK. Hal ini dapat dipahami karena istri Wapres JK, Mufidah Jusuf Kalla, dan almarhumah ibunda JK merupakan aktivis Muhamadiyah.

Sekali lagi, Wapres JK menjadi tandem (pengganti) Presiden Jokowi untuk menghadiri acara-acara besar umat Islam.

Ketidakhadiran Presiden Jokowi ini, boleh jadi bagian dari implementasi politik netral Presiden terhadap Ormas dan umat Islam. Dalam konteks ini, politik netral dapat diartikan sebagai dukungan implisit Presiden Jokowi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia. Jadi, Presiden merasa tidak perlu menunjukkanya secara eksplisit kepada publik?

?

Muhammad Ibrahim Hamdani, Asisten Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits AlaNu Santri Putri Hits

Minggu, 04 Maret 2018

Ribuan Warga Meriahkan Gerak Jalan UIM

Makassar, Santri Putri Hits. Semarak Milad XV Universitas Islam Makassar sebagai Perguruan Tinggi Nadlatul Ulama di Sulawesi Selatan berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan warga yang berasal dari beberapa komponen, diantaranya Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulsel, Civitas Akademika UIM, Muslimat NU Sulsel, Pagar Nusa NU, Majelis Taklim binaan UIM, Forum Kajian Cinta Al Quran, dan SMP-SMK Maarif Makassar, Sabtu (6/6) pagi.

Ribuan Warga Meriahkan Gerak Jalan UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Meriahkan Gerak Jalan UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Meriahkan Gerak Jalan UIM

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX Sulawesi Dr. Hawignyo, MM dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika UIM untuk memerangi maraknya ijazah palsu dan ijazah asli tapi palsu yang akhir-akhir ini marak terjadi, tentu dengan sendirinya akan melemahkan SDM.

"Kami keluarga besar Kopertis Wilayah IX mengucapkan selamat Milad ke-15, semoga UIM akan lebih maju lagi, jumlah mahasiswa semoga bertambah, dan semua even-even kemahasiswaan, UIM bisa berkontribusi, demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional," katanya.

Santri Putri Hits

Kemudian Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya, mengungkap sejarah berdirinya UIM tak lepas dari keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al-Gazali Makassar dan Sekolah Tinggi Dakwah Al-Gazali Makassar pada tahun 1966, sebagai penerus cita-cita, visi dan misi akademi dakwah NU, Universitas NU dan Universitas Al-Gazali Sulsel, sehingga UIM sesungguhnya telah berumur 49 tahun, namun resminya UIM sebagai perguruan tinggi lahir pada tahun 2000, kemudian inilah dikenal dengan Milad ke-15.

Santri Putri Hits

"Saat ini UIM dengan capaian akreditasi institusi B dan beberapa kemajuan-kemajuan yang telah dicapai, tentunya tak lepas dari dukungan seluruh komponen baik itu Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, dan seluruh civitas akademika UIM yang telah bergandengan tangan untuk memajukan UIM sampai hari ini."

Dan saat ini telah dicanangkan UIM sebagai kampus penelitian, pusat peradaban Islam, dan sebagai kampus Islami, diminati serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Nasional, tambahnya.

Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang diwakili oleh Wakil Ketua Yayasan Prof Dr A Rahman Idrus, mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang telah banyak membantu keberadaan UIM ini, semoga UIM bisa lebih hebat, terdepan, dan berkarakter.

Selain gerak jalan santai, Rektor UIM memotong tumpeng sebagai tanda syukur Milad UIM yang diberikan kepada seluruh komponen yang hadir, serta peragaan Senam PGRI oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan UIM yang diikuti seluruh tamu undangan, peragaan pencak silat Pagar Nusa NU, penyerahan hadiah kepada mahasiswa berprestasi dan pengumuman lomba-lomba diantaranya MTQ, pemilihan putri Muslimah, debat bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, paduan suara dan masih banyak lomba-lomba yang telah dipertandingkan. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Tokoh Santri Putri Hits

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock