Selasa, 05 Desember 2017

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural

Jakarta, Santri Putri Hits. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, tidak menjadi persoalan jika bendera "Bintang Kejora" ingin dijadikan simbol kultural Papua.

"Bintang kejora bendera kultural. Kalau kita angggap sebagai bendera politik, salah kita sendiri," kata Gus Dur kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (6/7).

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bintang Kejora Itu Lambang Kultural

Gus Dur, yang saat menjabat presiden mengabulkan permintaan masyarakat Irian Jaya (waktu itu) untuk menggunakan sebutan Papua, justru menuding polisi tidak berpikir mendalam ketika melarang pengibaran bendera "Bintang Kejora".

"Ketika polisi melarang, tidak dipikir mendalam. (tim) sepak bola saja punya bendera sendiri. Kita tak perlu ngotot sesuatu yang tak benar," katanya.

Menurut Gus Dur, kalau pengibaran bendera itu dianggap separatis, maka ujung-ujungnya adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menurut dia sudah tidak ada lagi.

Santri Putri Hits

"Kalau dianggap separatis harus dilanjutkan apa alasannya? Ujung-ujungnya kan OPM. Tapi sejak dua tahun lalu (OPM) sudah tinggalkan situ (Papua). Tak perlu kita curiga pada saudara sendiri," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pihak meminta agar dihindari penggunaan bendera "Bintang Kejora" sebagai lambang kultural Papua karena bendera itu telanjur menjadi simbol gerakan separatis OPM.

Ketika ditanya soal diundangnya aktivis OPM oleh Senat Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Gus Dur juga tidak terlalu mempermasalahkannya, walau Senat tidak mengundang pemerintah Indonesia untuk menjelaskan persoalan yang sama. "Pemerintah tidak diundang, wong pendiriannya sudah tahu," katanya.

Sementara, menyangkut penyusupan aktivis kelompok gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon beberapa waktu lalu, Gus Dur menyebutnya sebagai keteledoran.

Santri Putri Hits

"Itu keteledoran, tak perlu dibenarkan, agar tahu ada yang teledor. Biarkan saja, tapi jangan sampai terulang di masa depan," katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Bahtsul Masail, PonPes Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock