Sabtu, 27 Januari 2018

Buku Khazanah Aswaja Dibedah di Kepulauan Sula

Kepulauan Sula, Santri Putri Hits - Buku Khazanah Aswaja karya Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur kembali dibedah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam, Sula, Maluku Utara, Jumat (15/12). Pihak kampus menghadirkan salah satu penulis buku, Ustadz Yusuf Suharto, dan pembanding Guru Besar Akhlak Tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya KH Ali Masud yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Ketua STAI Babussalam sekaligus Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Sula KH Abdurrahman Kari menyampaikan sambutan dan membuka bedah buku ini.

Buku Khazanah Aswaja Dibedah di Kepulauan Sula (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Khazanah Aswaja Dibedah di Kepulauan Sula (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Khazanah Aswaja Dibedah di Kepulauan Sula

"Inti utama kegiatan ini adalah penguatan Aswaja dan silaturahmi sehingga kami sangat senang dengan kehadiran dua narasumber kita," kata Kiai Abdurrahman.

Santri Putri Hits

Ustadz Yusuf Suharto menyampaikan inti dari dari buku setebal 486 halaman ini. ia mengatakan bahwa praktik terbaik  Islam itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

"Jadi, karena praktik yang ideal inilah maka ini dijadikan rujukan bagi golongan mayoritas umat Islam yang kemudian dikenal sebagai Ahlussunnah wal Jamaah. Islam pada masa Nabi itu adalah hakikat Aswaja, dan karena itu penamaan Ahlussunah wal Jamaah pada masa Nabi itu belum perlu," kata Ustadz Yusuf Suharto .

Santri Putri Hits

Namun demikian, kata Ustadz Yusuf, ada teori yang menyatakan bahwa sebagai istilah, Ahlussunah wal Jamaah itu sudah disampaikan oleh Rasulullah ketika ia menjelaskan tentang perpecahan umat Islam menjadi 73 golongan. Hal ini disampaikan Imam Ghazali dan  Syekh As-Syahrastani dalam Al-Milal wan Nihal.

"Namun sebagai puncak Aswaja sebagai gerakan itu muncul pada era Imam Abul Hasan Al-Asyari, dan Imam Abu Manshur Al-Maturidy," katanya.

Kiai Ali Masud menyatakan bahwa yang suka menyalahkan atau membidahkan amaliyah Muslim Nusantara adalah golongan yang kurang mengkaji.

"Yang suka menyalahkan dan mengkafirkan itu adalah dari golongan yang kurang membaca kitab-kitab karangan para ulama," kata Kiai Ali.

Acara ini dihadiri para pimpinan STAI Babussalam, para dosen, segenap aktivis NU yang ada di Ansor, Fatayat, PMII, dan mahasiswa STAI. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Pondok Pesantren, Tokoh, Ulama Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock