Minggu, 14 Januari 2018

Datangi Rapimnas Pagar Nusa, BNPT: Radikalisme Dikembangkan dari Lapas

Semarang, Santri Putri Hits. Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris MA memastikan radikalisme tidak muncul dari pesantren. Beberapa kasus menunjukkan bahwa radikalisme justru dikembangkan dari lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Pernah ada seorang peneliti Barat yang menyamar menjadi pengajar bahasa Inggris. Ia meyimpulkan bahwa tidak ada ajaran radikalisme di pesantren. Dia bahkan tidak mau balik dan ingn terus hidup dalam suasana damai di pesantren,” katanya.

Datangi Rapimnas Pagar Nusa, BNPT: Radikalisme Dikembangkan dari Lapas (Sumber Gambar : Nu Online)
Datangi Rapimnas Pagar Nusa, BNPT: Radikalisme Dikembangkan dari Lapas (Sumber Gambar : Nu Online)

Datangi Rapimnas Pagar Nusa, BNPT: Radikalisme Dikembangkan dari Lapas

Irfan Idris dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pencak Silat NU Pagar Nusa di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, Jum’at (27/3), mengatakan, dalam kurikulum pesantren, apalagi telah terdaftar di Kementerian Agama, tidak satu pun ditemukan materi yang mengajarkan radikalisme dan terorisme.

Santri Putri Hits

Dia menambahkan, justru radikalisme bisa muncul dan dikembangkan dari lapas. “Pertama karena di sana kurang SDM dan kedua over kapasitas,” katanya.

Menurutnya, bahkan ada petugas lapas yang menjadi pengikut narapidana teroris. “Hari pertama dia memarah-marahi narapidana. Tapi berikutnya dia terus diceramahi tentang agama dan tentang jihad dan hari kedua dia jabat tangan, dia diceramahi lagi akhirnya hari ketiga dia cium tangan,” katanya.

Santri Putri Hits

Dikatakan, para teroris yang berada di lapas perlu penanganan ekstra. Jika tidak ditangani dengan tepat justru dari lapas itu mereka menyebarkan radikalisme.

“Misalnya di lapas itu hanya keluarga yang boleh menjenguk, tapi mereka boleh membawa handphone. Ini harus kita waspadai. Sekarang kita ada pemikiran para teroris itu dipindahkan semua tahannya ke tempat jang jauh,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia menerangkan, 12 dari 16 warga Indonesia diduga telibat ISIS telah dipulangkan dari Suriah. BNPT akan melakukan pembinaan dengan berbagai pendekatan baik pendekatan agama, psikologi, maupun kewirausahaan.

“Kalau perlu kita memakai pendekatan hipnotrapis. Saya kira Pagar Nusa banyak yang ahli di bidang ini,” katanya.

Di hadapan para pimpinan Pagar Nusa yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia, ia berharap para pendekar tidak hanya berlatih silat tetapi juga membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan pendalaman keislaman.

“Kita juga perlu mengimunisasi nahdliyin dari serangan ideologi kelompok radikal. Jangan sampai kita didebat (oleh kelompok radikal) tidak bisa menjawab,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Cerita, Daerah, Kajian Islam Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock