Rabu, 07 Februari 2018

Generasi Muda NU Lebih Suka "Nongkrong" di Kantor Partai

Surabaya, Santri Putri Hits. Banyaknya masjid-masjid yang didirikan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) dan kini diambil alih kelompok lain sedianya menjadi koreksi bagi para kader NU. Selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh generasi muda NU lebih terkonsentrasi di sekretariat organisasi atau bahkan di kantor partai politik tertentu yang berafiliasi dengan NU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menyeru warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) terutama para generasi mudanya untuk menjadikan masjid-masjid sebagai pusat kegiatan dan dakwah Islam ahlussunnah wal jamaah.

Ketua PBNU KH Masdar Farid Masudi mengatakan, masyarakat NU harus mampu mengembalikan fungsi masjid sebagaimana zaman Rasulullah SAW. Dimana masjid tidak sebatas untuk kegiatan ibadah (salat--red), namun juga untuk membangun peradaban.

Generasi Muda NU Lebih Suka Nongkrong di Kantor Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Lebih Suka Nongkrong di Kantor Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Lebih Suka "Nongkrong" di Kantor Partai

Kita pertahankan jangan sampai jatuh ke kelompok lain, dan kedepan masjid harus benar-benar menjadi markas untuk mengembangkan barbagai pengetahuan, katanya saat berbicara pada Halaqah Lembaga Takmir Masjid Indonesia (LTMI), di Kantor PWNU Jatim, kemarin (22/4), seperti dilaporkan Maulana dari Harian Bangsa (23/4).

Masdar mengatakan, apabila di sejumlah daerah terdapat masjid yang belum jelas siapa yang membangun, sementara masyarakat NU dan kelompok lain menggunakan masjid tersebut, maka perlu ditelusuri siapa pembuatnya.

Santri Putri Hits

Prinsip kita jangan sampai merebut milik orang lain, tapi kalau masjid itu nyata-nyata milik kita maka harus kita pertahankan, katanya.

Menurutnya, salah satu kelemahan orang NU yang menyebabkan banyak kehilangan masjid adalah selalu mendahulukan sikap mengalah. Selain itu, ujarnya, di kalangan ulama atau pemimpin masalah ketaatan terhadap keputusam organisasi.

Banyak tokoh yang merasa tidak perlu ditokohi, sehingga mereka jalan sendiri-sendiri. Padahal kalau dibanding organisasi lain, tokoh masyarakat NU itu sangat banyak, hanya masalahnya masing-masing tokoh tidak bersedia digabung, kata dia.

Sementara dalam kesempatan yang sama pakar aliran Agama Islam, KH Imam Ghazali Said MA menjelaskan, perebutan masjid NU tidak lepas dari peranan sejumlah kelompok Islam yang lain. Sayangnya, masjid-masjid yang mereka manfaatkan bukan masjid yang mereka bangun sendiri, kata Pimpinan Ponpes Mahasiswa An Nur tersebut.

Santri Putri Hits

Dia menambahkan, masyarakat NU harus waspada terhadap masuknya organisasi-organisasi tersebut dalam masjid. Caranya, kata dia, dengan mengenali karakter masing-masing kelompok. Biasanya kelompok-kelompok semacam itu paling getol menolak keberadaan masyarakat non-muslim, katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal Lembaga Tamir masjid Indonesia (LTMI) Zis Mujahid mengakui masih kurang maksimalnya fungsi masjid. Di Jakarta, lanjutnya, fungsi masjid banyak yang digunakan untuk kampanye partai politik (parpol).

Generasi muda NU terlena dengan kepentingan politik, mereka lebih suka nongkrong di kantor partai daripada di masjid. Ini yang menyebabkan orang lain masuk ke masjid-masjid orang NU, katanya.

Zis menambahkan, LTMI saat ini tengah melakukan berbagai pembenahan seperti standarisasi masjid, mengembalikan peranan ustadz, serta menata kembali tata cara NU di Masjid.

Saat ini banyak orang yang mengaku ustadz namun cara mengajinya tidak benar sudah berani mengajar di masjid-masjid, ini harus kita tata ulang dan perlu peranan generasi muda NU, kata dia. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Pertandingan Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock