Selasa, 20 Februari 2018

Minggu Depan, Kamp Pertama Rohingya di Myanmar Siap Ditempati

Yangon, Santri Putri Hits. Lebih dari 650 ribu etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus tahun lalu, setelah operasi militer Myanmar di kantong-kantong wilayah Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Setelah lima bulan lebih berada di pengungsian, Pemerintah Myanmar dan Bangladesh sudah membuat kesepakatan bersama pada November tahun lalu untuk mengembalikan para pengungsi akhir Januari ini.

Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Transmigrasi Win Myat Aye mengatakan, Myanmar mengadakan pertemuan satu hari Senin dengan pejabat Bangladesh di ibukota Naypyitaw untuk membahas logistik berapa banyak Rohingya yang diizinkan memasuki Myanmar dan bagaimana mereka akan diteliti untuk ditempatkan di kamp. Rencananya, pemerintah Myanmar akan memulai proses pemulangan pada 23 Januari.

“Kami berencana untuk dapat menerima orang-orang yang kembali pada Minggu depan dan kami yakin ini akan selesai tepat waktu, "kata Win Myat Aye seperti dikutip The Washington Post, Senin (15/1).

Minggu Depan, Kamp Pertama Rohingya di Myanmar Siap Ditempati (Sumber Gambar : Nu Online)
Minggu Depan, Kamp Pertama Rohingya di Myanmar Siap Ditempati (Sumber Gambar : Nu Online)

Minggu Depan, Kamp Pertama Rohingya di Myanmar Siap Ditempati

Baca juga: https://www.nu.or.id/post/read/85183/fasilitasi-kembalinya-rohingya-jepang-beri-myanmar-3-juta-dolar

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan, pihaknya tidak terlibat dalam proses pemulangan tersebut. Namun jika diizinkan, PBB akan siap membantu termasuk membantu memulihkan kepercayaan pengungsi dari kekecewaan yang pernah dialami.

“Keterlibatan kami dalam proses dan akses penuh kami ke daerah-daerah yang kembali di Myanmar dapat membantu membangun kepercayaan untuk semua pihak, termasuk para pengungsi, "kata Vivian Tan, Petugas Komunikasi Regional Senior UNHCR.

Santri Putri Hits

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mendesak pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk menjamin keselamatan pengungsi dalam proses pemulangan. Taro Kono mengumumkan bahwa Jepang akan memberikan hibah 3 juta dolar (sekitar 39,9 milyar rupiah) kepada Pemerintah Myanmar untuk membantu memfasilitasi pemulangan Rohingya.

Pada Senin (15/1), Media pemerintah di Myanmar melaporkan, Kamp Hla Po Khaung seluas 124 hektar yang terdiri dari 625 bangunan akan mampu menampung sekitar 30.000 orang. Setidaknya 100 bangunan akan selesai pada akhir bulan ini. Ini akan menjadi kamp pertama yang dibangun dalam proses pemulangan. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits

Santri Putri Hits Cerita, Nahdlatul, News Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock