Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU

Pasuruan, Santri Putri Hits

Warga nahdliyin diimbau untuk memperkuat barisan dari pengaruh ideologi atau paham Islam radikal. Caranya, dengan kembali memperkuat di basis nahdliyin, dengan aktif di masjid dan mushalla. Jangan sampai masjid dan mushalla, yang menjadi tempat aktivitas warga NU, beralih atau dikuasai orang lain yang membawa faham baru.

Hal itu terungkap dalam kajian Islam Radikal dalam perspektif Aswaja An-Nahdliyah secara gamblang dikupas tuntas seminar yang digelar para kadermuda NU dari IPNU-IPPNU dan Jamiyyah Dirasah Qur’aniyyah Al-Karim, Ahad (26/8). Seminar dipusatkan di Aula Yonkav, Beji, dihadiri para undangan dari muda NU dan Banomnya. Sebagai nara sumber KH Imam Ghozali Said dan KH Muhammad Sholeh Qosim.

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Aktivitas di Masjid-Mushalla NU

Menurut Ninik, panitia pelaksana kegiatan mengatakan, jika persoalan Islam Radikal justru perlu diwaspadai oleh kalangan warga NU. “Persoalannya, Islam radikal tidak sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah. Karena ajaran yang tidak sejalan, maka bagi warga NU perlu mewaspadainya dan tidak terhanyut dalam ajaran yang bertentangan dengan aswaja, “ kata Ninik, di sela seminar.

Karenanya, dengan seminar ini, diharapkan kalangan muda NU khususnya Banom NU bisa mengantisipasi terhadap ajaran Islam Radikal yang selama ini sudah dianggap cukup meresahkan. ”Untuk itu, dengan seminar paling tidak warga NU bisa memahami akan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran NU. Karenanya seluruh warga NU perlu dibentengi dengan pemahaman Aswaja,” terangnya lagi.

Dalam kajiannya, Muhammad Sholeh Qosim menuturkan adanya perkembangan gerakan Islam di Indonesia akhir-akhir ini dimarakkan dengan bangkitnya gerakan Islam radikal-fundamentalis. Gerakan yang pada awalnya berjalan laten itu mulai menampakkan diri secara terbuka sejak runtuhnya rezim otoriter orde baru diakhir tahun 1990 an. Hal ini ditandai dengan munculnya halaqah di kampus.

Yang dibarengi dengan meningkatnya jamaah-jamaah pengajian dengan pakaian yang khas dan ekslusif (berjilbab lebar, berjubah besar menutup seluruh wajah untuk kalangan perempuan, bersurban, berjenggot dan bercelana cingkrang untuk kaum lelakinya). Gerakan Islam ini, bermunculan di kota-kota dan banyak menarik minat kalangan pelajar, mahasiswa dan kelompok terdidik lainnya hingga merambah ke desa.

Santri Putri Hits

KH Imam Ghozali Said yang meneropong pergerakan salah satu kelompok Islam yang ada di Indonesia dan berkembang pesat. Diuraikan jika organisasi Islam itu masuk Indonesia melalui orang Lebanon yang dibawa seorang tokoh Islam yang pernah bermukim di Jakarta tahun 1980-an. Kemudian dibawa juga oleh tokoh lainnya. Bahkan sang tokoh bisa mendidik kader-kader dari organisasi tersebut.(Duta Masyarakat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits

Santri Putri Hits Halaqoh, Ubudiyah Santri Putri Hits

Kamis, 08 Februari 2018

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi?

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden atau Pilpres 2014 memang menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali warga nahdliyin. Dalam sistem demokrasi yang mengandalkan “suara terbanyak” setiap organisasi massa memang menjadi pusat perhatian.

Menariknya, pemilu kali ini hanya diikuti oleh dua calon dan otomatis hanya berlangsug satu putaran sehingga persaingannya lebih terasa. Berbagai warna partai politik yang berebut perhatian massa pada pemilu legislatif April lalu dan ingin kembali berkontestasi dalam Pilpres mau tidak mau harus menggabungkan diri atau berkoalisi ke dalam dua kutub persaiangan.

Menariknya lagi, hasil koalisi politik yang terbentuk sangat mirip dengan era politik tahun 1950-an, antara PNI-NU melawan PSI-Masyumi. PNI yang berubah nama menjadi PDIP dan NU yang mendelegasikan hak politiknya ke PKB mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sementara PSI yang bermetamorfosis menjadi Gerindra dan Masyumi yang menjelma ke dalam barisan partai Islam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pengelompokan ini tentu mengenyampingkan partai-partai politik “warisan orde baru” yang ikut bergabung ke dalam dua kutub itu.

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi?

Entah disengaja atau kebetulan, namun hasil koalisi yang terbentuk itu sudah cukup menjelaskan bahwa politik aliran atau politik berbasis ideologi itu masih ada di Indonesia, dan formatnya masih sama dengan yang dulu. Di ingkungan NU, menyebrangnya beberapa aktivis NU ke kubu yang lain setelah penetapan calon juga mengingatkan bahwa pada saat NU menyatakan keluar dari Masyumi, sebagian aktivis NU masih betah dan ingin tetap bertahan di Masyumi.

Terlepas dari kepentingan dan persaingan politik antara dua kutub koalisi, baik dulu maupun sekarang, koalisi itu masih memperlihatkan bahwa berbagai kekuatan politik yang berkumpul dalam kedua kutub itu mempunyai basis massa yang sama. Yang satu beranggotakan kalangan tradisionalis dan berorientasi nasional, sementara kutub lainnya diisi oleh kalangan modernis dan berorientasi transnasional. Dengan bahasa lain, satu kutub berorientasi populis sementara kutub lain lebih elitis.

Kecenderungan itu tidak hanya menyangkut soal pandangan politik dan paham ekonomi, tetapi juga sampai pada masalah sikap dan pemahaman agama. Secara sepintas mungkin tampak aneh kenapa komunitas muslim nahdliyin lebih enjoy bersahabat dengan masyarakat yang dulu disebut marhaen, dari pada bekerjasama dengan kelompok muslim lain yang modernis. Namun jika dilihat lebih jeli, cara beragama kedua kelompok ini ternyata sama. Klasifikasi yang dipopulerkan Clifford Geertz antara santri dan abangan itu tidak tepat karena terminologi abangan yang kemudian diidentikkan dengan kaum marhaen yang lekat dengan berbagai tradisi keagamaan itu juga ada pada diri santri dan komunitas pesantren sebagai basis nahdliyin. Jadi koalisi itu terbentuk atas persamaan karakter dan jati diri.

Santri Putri Hits

Namun apakah benar Pilpres 2014 menjadi sebuah pertarungan ideologi? Jawaban pastinya tentu menunggu hasil Pilpres 9 Juli 2014. Apakah masyarakat memilih berdasarkan ideologi, atau apakah ideologi sudah tidak menjadi penentu arah perjalanan negeri ini? Kita lihat saja nanti. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Halaqoh, Budaya, Ubudiyah Santri Putri Hits

Santri Putri Hits

Senin, 05 Februari 2018

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji

Jakarta, Santri Putri Hits. Sehubungan Dana Optimalisasi Haji (DOH), Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) wajib minta ridha jamaah haji. Ridha ditujukan agar jamaah merestui Kemenag RI dalam pengelolaan kelebihan DOH.

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Sisa DOH, Kemenag RI Wajib Minta Ridha Jamaah Haji

“Karena pada dasarnya dana kelebihan optimalisasi haji merupakan hak milik jamaah,” kata staf Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Sarmidi dalam sidang pleno.

Permintaan ridha dimaksudkan agar pengelolaan sisa DOH oleh Kemenag RI sesuai dengan syar’iat.

Santri Putri Hits

Sidang pleno menutup kegiatan bahtsul masail nasional LBM PBNU di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa-Rabu (2-3/7).

Santri Putri Hits

Kepemilikan dana kelebihan optimalisasi haji didasarkan pada kepemilikan DOH. Pemilik DOH yang disetorkan jamaah di awal untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) adalah jamaah haji itu sendiri.

Sementara jamaah haji memberikan hak pengelolaan BPIH kepada Kemenag RI. Dalam hal ini, kedua pihak menggunakan akad wakalah. Akad wakalah dalam hal ini sebuah praktik di mana calon jamaah haji mewakilkan kepada Kemenag RI atau Menteri Agama untuk mengelola BPIH bagi kepentingan ibadah haji.

Kegiatan bahtsul masail nasional LBM PBNU dihadiri oleh pengurus Syuriyah PWNU se-Indonesia, sejumlah pengurus Syuriyah PBNU, dan utusan beberapa pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Ubudiyah, Sunnah, Kiai Santri Putri Hits

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Dur Terlalu Jauh di Depan

Bandar Lampung, Santri Putri Hits. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempunyai visi yang terlalu jauh ke depan, baik pada saat memimpin NU, menjabat Presiden RI ke-4, atau saat aktif dalam berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan.

Akibatnya beberapa pemikiran Gus Dur sering menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Demikian dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Fatayat NU Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Ahad (10/3).

Gus Dur Terlalu Jauh di Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Terlalu Jauh di Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Terlalu Jauh di Depan

Anggota DPR RI Effendy Choiri dalam Dialog Kebangsaan mengatakan, Gus Dur itu memiliki pemikiran yang terlampau jauh. “Visinya jauh ke depan,” kata Effendy Choiri sembari mengisahkan kedekatan dan pengalaman yang didapat selama berinteraksi dengan Gus Dur hingga sekarang bisa duduk sebagai anggota DPR RI.�

Santri Putri Hits

Dialog yang mengangkat tema “Membedah Pemikiran Gus Dur dari Sudut Pandang Agama, Negara, Politik, Budaya dan Demokrasi" ini juga menghadirkan pembicara spesial yaitu putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid.�

Yenny menyatakan, pemikiran-pemikiran Gus Dur sering menjadi bahan kontroversi bagi kebanyakan orang. Namun sebenarnya hal ini disebabkan oleh kekurangpahaman sebagian orang terhadap pola pikir Gus Dur.Â?

Santri Putri Hits

Ia memberi contoh beberapa hal yang sangat kontroversial mengenai ide-ide Gus Dur seperti bolehnya merayakan Imlek, pembukaan hubungan diplomasi dengan Israel, pembelaan Gus Dur terhadap kaum minoritas seperti Ahmadiyyah.

“Beberapa hal itu menunjukkan bahwa Gus Dur memiliki humanisme yang tinggi,” tegasnya, dan sebagian masyarakat belum siap menerima itu.

Dialog yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Bandar Lampung ini juga menghadirkan beberapa Tokoh lokal seperti Alzier Dianis Thabrani dan tokoh-tokoh akademisi di Provinsi Lampung. Dialog ini dihadiri 2000-an orang yang merupakan keluarga besar NU Provinsi Lampung dan beberapa tokoh lintas agama pecinta Gus Dur.Â?

Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Lampung Rida Budiyanti mengatakan, dialog kebangsaan diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis.

Rida menambahkan bahwa mengamati sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Ia tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas.

Redaktur Â? Â? : A.Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Ubudiyah, Cerita, Budaya Santri Putri Hits

Sabtu, 27 Januari 2018

Selain Bidik Misi, IAI Al Khoziny Beri Beasiswa “Kitab Kuning”

Sidoarjo Santri Putri Hits . Insitut Agama Islam (IAI) Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, akan memberikan beasiswa Bidik Misi kepada mahasiswanya. Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.

"Beasiswa ini dari Pemerintah Pusat dan akan diberikan bagi mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu tapi mempunyai prestasi. Beasiswa ini kami berikan kepada mahasiswa semester III semua program studi," kata Kepala Prodi PAI IAI Al Khoziny, Wahyu Parihin saat ditemui Santri Putri Hits di ruang dosen, Rabu (21/10) malam.

Selain Bidik Misi, IAI Al Khoziny Beri Beasiswa “Kitab Kuning” (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Bidik Misi, IAI Al Khoziny Beri Beasiswa “Kitab Kuning” (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Bidik Misi, IAI Al Khoziny Beri Beasiswa “Kitab Kuning”

Beasiswa Bidik Misi itu diberikan kepada mahasiswa semester III karena sudah mendapatkan NIM/Nimko. Sementara bagi yang semester I belum bisa mendapatkan, karena masih belum mempunyai NIM/Nimko dan beasiswa itu sifatnya terbatas.

Santri Putri Hits

Menurut Pak Wahyu, sapaan akrab Wahyu Parihin, bagi calon penerima beasiswa bidik misi harus memenuhi beberapa syarat diantaranya, lulus SMA/SMK sederajat tahun 2014, melampirkan foto copy kartu keluarga miskin, kartu pengaman sosial atau sejenisnya dilegalisir rangkap dua lembar.

Tidak hanya itu saja, persyaratan lainnya yaitu usianya paling tinggi 21 tahun, melampirkan foto copy ijazah SMA sederajat dilegalisir rangkap dua lembar serta melampirkan foto copy NIM/Nimko rangkap dua.

Santri Putri Hits

"Beasiswa ini baru ada tahun ini, semoga tetap berlanjut hingga tahun selanjutnya. Dan mudah-mudahan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidik Misi menjadi mahasiswa yang lebih giat belajar dan aktif, karena sudah dibantu," harap Pak Wahyu.

Pak Wahyu menambahkan, selain beasiswa bidik misi, IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo juga memberikan beasiswa kepada guru Madrasah Diniyah (Madin). Bagi calon penerima harus lulus tes baca kitab Taqrib yang merupakan kitab kuning standard yang diajarkan di pesantren.

"Beasiswa ini dari Pemprov Jawa Timur dan akan diberikan kepada maksimal 30 mahasiswa yang dinyatakan lulus tes baca kita Taqrib," jelas Pak Wahyu. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Pesantren, PonPes, Ubudiyah Santri Putri Hits

Senin, 22 Januari 2018

Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung

Bandar Lampung, Santri Putri Hits?



Group Nasyid Madrasah Aliyah (MA) Al Hidayat Gerning Pesawaran berhasil mengharumkan almamaternya setelah meraih Juara I pada Festival Seni Musik Rohani/Nasyid yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (30/8).

Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Voka Santri MA Al Hidayat Pesawaran Juara I Festival Nasyid Se-Provinsi Lampung

Grup nasyid asuhan Rais Syuriyah PCNU Pesawaran KH Mashum Abror ini memiliki empat personil. Mereka adalah Nurul Mubarok, Hasan Al Anshori, Dian Ferlando dan Budi Saputra. Mereka menamai grupnya, Voka Santri ini.

Atas kemenangan itu, Voka Santri berhasil meraih thropy Piala Gubernur dan berhak mewakili Lampung pada ajang yang sama tingkat nasional yang akan digelar di Provinsi Aceh.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat Gerning Pesawaran KH Mashum Abror, prestasi tingkat provinsi ini semakin memotivasi para santrinya untuk mengasah kemampuan vokal dan tampil lebih baik lagi di ajang tingkat nasional.

Santri Putri Hits

"Alhamdulillah dengan skill yang dimiliki, latihan yang maksimal dan optimisme tinggi, para santri berhasil menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung. Mudah-mudahan ini akan berlanjut ke tingkat nasional," harapnya.

Acara yang ditangani oleh Biro Kesejahteran Sosial Provinsi Lampung ? ini diikuti sebanyak 24 grup dari 15 Kabupaten/Kota se- Lampung, dengan 3 juri yaitu, Aldi Afirudi (Musisi), Agus Salim (Dewan Kesenian Lampung) dan Entus (Dinas pariwisata).

Santri Putri Hits

Acara yang baru pertama kali digelar oleh Pemprov Lampung ini ? merupakan bentuk upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkenalkan para remaja dengan seni Islami sekaligus menambah keyakinan dalam beragama agar tidak terjerumus kepada hal negatif seperti narkoba dan sejenisnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Ubudiyah, Kiai Santri Putri Hits

Sabtu, 20 Januari 2018

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Betul juga apa yang dikatakan kolumnis berjuluk pendekar pena, H. Mahbub Djunaidi (1933-1995), bahwa pemerintah tak ubahnya seperti nyonya rumah tangga, perlu nafkah. Barangsiapa yang punya anjing, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa punya perabot, dia mesti bayar pajak. Barangsiapa kerja, mesti pula menyisihkan gajinya buat pemerintah. (Bisnis Kuburan, 1977).

Begitu juga ulah orang Belanda di Nusantara ini. Entah dari mana datangnya, kemudian mereka yang mengaku beradab itu merasa mempunyai hak untuk memerintah di negeri orang.  

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jasa NU Supaya Umat Islam Kurban Tanpa Pajak Belanda

Namun, masak iya menyembelih hewan kurban saja harus ada pajaknya? Tak boleh dong. Mungkin begitu pikir NU pada masa penjajahan Belanda. Enak saja, mereka melancong dari Eropa sana, datang ke sini, lalu meminta pajak hewan kurban. Yang benar saja. 

Berikut pemberitahuan NU di majalah Berita Nahdlatoel Oelama:

Santri Putri Hits



Harap menjdjadi perhatian

Santri Putri Hits



Oentuk kepentingan cabang NU khususnya dan untuk umat Islam di Indonesia pada umumnya, yang berhubungan dengan penyembelihan chewan-chewan, yang akan digunakan untuk hari Idul Qurban maka kita turunkan di sini surat, yang telah kita terima dari Adviseur voor Inlandsche Zaken berkenaan dengan soal tersebut di atas.

Berikut surat balasan dari pemerintah Hindia Belanda yang mengabulkan upaya NU agar pemotongan hewan kurban di waktu itu tidak dikenakan pajak.Adviseur voor Inlandsche Zaken                          Batavia, 29 April ‘38

Nr. 590/E/7



Berhubung dengan permohonan bebasnja beja sembelih (slachtbelasting) jg oleh pemerintah telah didjawab dengan soeratnja tg. 18 Januari ’38 Nr 145/A, maka bersama ini saja perma’lumkan kepada Hoofdb. NO, bahwa dengan besluit pemerentah tg. 14 boelan April ini (Nr (Staatsblad 174) telah ditetapkan, bahwa oentoek menjembelih chewan goena qoerban pada hari Idil Qoerban, dibebaskan dari pembajaran (slachtbelasting) Oentoek dapat kebebasan beja itoe, lebih doeloe haroes diminta seboeah soerat keterang Bestuur itoe soerat keterangan bolehnja diberikan, kalau soedah terang bahwa itoe chewan akan disembelih boeat qoerban pada hari Idil Qoerban, dan dagingnja tidak akan diberikan kepada orang lain dengan pembajaran, dengan apa joega.



Soerat keterangan terseboet sebeloemnja chewan itoe disembelih, haroes dipasrahkan kepada seseorang, jg diwadjibkan oleh Bestuur berhadlir pada waktoenja menjembelih (memotong).Lain tidak ma’loem djoega adanja.





Salam dan hormat





(wg.) G F. Pyper

(Adviseur voor Inlandsche Zaken)  

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits Ubudiyah, Tokoh, Ahlussunnah Santri Putri Hits

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock