Minggu, 31 Desember 2017

Saat Bupati Pringsewu Kupas Surat tentang Kiamat

Pringsewu, Santri Putri Hits

Saat menyampaikan Kajian Tafsir Surat Al Qoriah pada Ngaji Ahad Pagi (5/11) di Gedung NU Pringsewu, Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi menjelaskan betapa dahsyatnya peristiwa hari kiamat; bumi berguncang, bebunyian menggelegar, raungan-raungan suara manusia terdengar di segala penjuru berusaha mencari keselamatan.

"Pada saat itu gunung seperti bulu yang tertiup angin; manusia seperti belalang yang diputus sayap dan kaki-kakinya. Manusia tidak tahu dirinya sendiri. Sampai-sampai seorang ibu yang sedang menyusui tidak sadar dan terpisah dari anaknya karena kebingungan yang luar biasa," jelasnya menggambarkan suasana kiamat yang menjadi inti surat tersebut.

Saat Bupati Pringsewu Kupas Surat tentang Kiamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Bupati Pringsewu Kupas Surat tentang Kiamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Bupati Pringsewu Kupas Surat tentang Kiamat

Pada saat itu lanjutnya, tidak ada lagi yang dibanggakan. Kekayaan, kepintaran, kekuatan, dan kelebihan fisik tidak akan menolong. Hanya amal perbuatan yang menentukan nasib manusia. 

"Nantinya akan ada timbangan amal. Jika amal baiknya lebih banyak maka surga tempatnya. Jika lebih sedikit maka nereka tempatnya. Jika seimbang maka akan diringankan hisabnya," kata ulama yang juga Bupati Pringsewu ini.

Lebih lanjut alumni Pondok Pesantren Al Asyariyyah Kalibeber Wonosobo yang akrab dipanggil Abah Sujadi ini menjelaskan luar biasanya kiaamat sampai Allah menegaskan 3 kali secara berulang-ulang kata Al Qoriah yang bermakna kiamat dalam surat tersebut. "Ini menunjukkan sesuatu yang harus diperhatikan oleh kita manusia," tegasnya.

Santri Putri Hits

Apa pun keputusan nantinya; apakah masuk surga ataupun neraka, adalah sesuatu yang terbaik bagi manusia akibat perbuatannya di dunia.

Santri Putri Hits

"Ketika harus masuk neraka selama seribu tahun maka bersyukurlah karena masih ada harapan masuk surga. Namun, ketika harus masuk neraka satu hari maka bersedihlah karena satu hari pada waktu itu sama dengan seribu tahun di dunia," jelasnya.

Oleh karenanya, ia mengajak untuk selalu berusaha melakukan amal perbuatan baik walaupun sedikit, dan meninggalkan perbuatan buruk walapun sedikit  juga.

Mengutip peribahasa Jawa, "Becik ketitik ala ketara, (Hal yang baik akan kelihatan, dan yang yang buruk akan tampak)" Abah Sujadi mengingatkan apa pun kebaikan dan keburukan yang dilakukan di dunia tidak akan luput dari perhitungan.

Untuk meringankan siksa yang didapatkan,  ia mengimbau agar senantiasa berdoa supaya dimudahkan hisab di yaumul akhir dengan doa Rabbi hasibni hisaban yasiira. Artinya, "Ya Tuhanku Hisablah aku dengan hisab yang ringan."

"Aja pelit-pelit shalawat (Jangan pelit bershalawat). Mudah-mudahan kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW dan kita mendapatkan keringanan siksa hari akhir," pungkasnya menjelaskan manfaat shalawat. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri Putri Hits AlaNu, Ubudiyah, Khutbah Santri Putri Hits

Situs dan blog Santri Putri Hits resmi yang menyajikan tulisan dan artikel bersumber dari website Nu Online Resmi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santri Putri Hits sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santri Putri Hits. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santri Putri Hits dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock